Kelebihan dan Kekurangan KB Spiral yang Harus Kamu Tahu, Cek Ya!

KB spiral adalah salah satu alat kontrasepsi yang digunakan untuk menunda kehamilan. Tidak sedikit saat ini pasangan muda yang menginginkan untuk tidak memiliki anak terlebih dahulu karena hendak fokus untuk berkarir atau bekerja. KB spiral merupakan pilihan paling aman dibandingkan dengan menggunakan obat atau suntik KB. Hal ini dikarenakan KB spiral tidak mempengaruhi hormon dan bisa dengan mudah dilepas jika pasangan suami istri memutuskan ingin segera memiliki momongan. Namun, bagaimanakah KB spiral ini sebenarnya? Yuk cek info berikut selengkapnya.

Kelebihan Dan Kekurangan KB Spiral

KB spiral berupa perangkat yang berukuran kecil dan berbentuk T, terbuat dari tembaga dan mengandung levonorgestrel. Alat ini dimasukkan ke dalam rahim dengan tujuan untuk menghalangi bertemunya sel telur dan sel sperma agar tidak terjadi pembuahan. Pada dasarnya, setiap alat kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak semua orang bisa cocok menggunakan KB Spiral.

Untuk mengenal lebih jelas, berikut ini kelebihan dan kekurangan KB Spiral.

Kelebihan :

  • Mudah dipasang dan dilepas.

KB spiral tidak membutuhkan jadwal tertentu jika ingin memasangnya atau melepasnya. Tidak seperti pil atau suntik KB yang harus terjadwal dengan rutin.

  • Tidak mempengaruhi hormon

KB Spiral merupakan sebuah alat. Pada dasarnya, alat ini tidak mengganggu atau mempengaruhi kinerja hormon kesuburan.

  • Aman untuk ibu menyusui

Ibu yang baru saja melahirkan memang disarankan untuk menggunakan KB spiral jika ingin menunda kelahiran anak selanjutnya. Alat kontrasepsi yang satu ini tidak memberikan pengaruh apa-apa terhadap proses dalam tubuh karena sifatnya hanya menumpang. Jadi, KB spiral tidak akan membuat produksi ASI terhenti. Inilah mengapa KB Spiral disarankan untuk ibu menyusui.

  • Tidak Membuat Gemuk

Banyak para ibu yang mengeluh bahwa berat badannya semakin bertambah jika menggunakan KB suntik atau pil. Hal ini wajar saja karena suntikan atau pil yang masuk ke dalam tubuh, mempengaruhi produksi hormon. Perubahan hormon inilah yang menyebabkan efek samping seperti peningkatan nafsu makan dan lain sebagainya.  Namun, hal ini tidak terjadi pada pengguna KB spiral.

Kekurangan :

  • Posisi KB Spiral rawan bergeser

Anda tidak bisa memastikan atau menjamin dengan tepat bagaimana posisi KB spiral selama di dalam rahim. Bisa saja karena satu kegiatan, posisinya berubah. Hal ini bisa mengakibatkan terjadinya kehamilan karena KB spiral tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

  • Rasa Tidak Nyaman

KB Spiral bisa dianggap sebagai benda asing yang berada di dalam tubuh. Mungkin saja tubuh Anda mengalami reaksi ketika kemasukan benda asing tersebut. Hal inilah yang menyebabkan rasa tidak nyaman. Umumnya, rasa tidak nyaman ini hanya beberapa saat ketika baru saja pemasangan. Jika tubuh Anda sudah bisa menerima kehadiran benda asing ini, Anda tidak akan merasakan efek apa-apa.

  • Tidak Mencegah Penyakit Menular

KB spiral hanya berfungsi untuk mencegah bertemunya sel telur dan sperma, yang artinya mencegah kehamilan. Namun, KB spiral tidak mencegah tertularnya penyakit kelamin seperti AIDS, raja singa dan lainnya.

Itulah beberapa informasi mengenai KB spiral. Jika Anda memutuskan untuk menunda kehamilan atau memberi jarak kelahiran yang cukup bagi anak-anak, memang direkomendasikan untuk menggunakan alat kontrasepsi yang satu ini. Tingkat keberhasilannya jauh lebih tinggi dibandingkan alat KB yang lainnya.